
Seorang pria melepaskan tembakan di satu sekolah di kota Rio de Janeiro, Brazil, menewaskan 13 orang, kata para pejabat.
Tidak jelas apakah penyerang, yang juga ikut tewas, dibunuh oleh polisi atau bunuh diri. Orang bersenjata itu diduga adalah mantan siswa berusia 24 tahun. Lebih 20 orang luka-luka dalam penembakan ini.
Globo TV menayangkan gambar para korban yang sedang dibawa oleh ambulan dari sekolah Escola Municipal Tasso da Silveira di kawasan barat Realengo.
'Bidik kepala'
Orang itu masuk dan melepaskan tembakan," kata jurubicara kepolisian Rio kepada Globo.
Penyerang yang kemudian dikenali sebagai Wellington Menezes Oliveira memasuki sekolah sekitar pukul 8 pagi waktu setempat.
Gobo mengatakan, orang tersebut mengatakan kepada para pegawai sekolah bahwa dia akan menyampaikan pidato.
Dia dilaporkan memiliki dua pistol dan banyak peluru. Dia melepaskan tembakan yang dibidikkan ke kepala-kepala para korban, tulis surat kabar Brazil, Estado.
Selengkapnya...
Saturday, April 9, 2011
Penembakan sekolah di Brazil, 13 tewas
Mobil Ditembak, 2 Satpam Freeport Tewas

TIMIKA, KOMPAS.com — Setelah terjadi penembakan mobil yang ditumpangi dua karyawan PT Freeport Indonesia, Rabu (6/4/2011) lalu, kini giliran dua karyawan lainnya tewas, Kamis (7/4/2011) sekitar pukul 18.15 WIT. Keduanya adalah Dani Masawan dan Hari Siregar, satpam PT Freeport Indonesia di area dataran rendah. Mereka tewas setelah mobilnya mengalami kecelakaan dan terbakar di ruas jalan Tanggul Timur menuju Kampung Nayaro.
Lokasi kejadian kali ini tidak jauh dari insiden penembakan pada Rabu lalu yang juga di sekitar Tanggul Timur ruas jalan Timika menuju Kampung Nayaro.
Wakil Kepala Polres Mimika Komisaris Mada Indra Laksanta di Timika, Jumat (8/4/2011), mengatakan, polisi kesulitan mengidentifikasi jasad kedua korban karena seluruh tubuh mereka hangus terbakar bersama kendaraan yang ditumpanginya.
"Rencananya pagi ini kami akan melakukan identifikasi atau otopsi jasad kedua korban di Rumah Sakit Tembagapura," jelas Mada.
Ia juga belum bisa memastikan apakah peristiwa itu akibat diberondong tembakan oleh orang tak dikenal, sebagaimana insiden sehari sebelumnya. "Kami belum bisa memberi kesimpulan seperti itu, tapi untuk sementara kejadian ini murni kecelakaan tunggal," jelas Mada.
Sementara itu, Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait, membenarkan peristiwa ini. "Itu terjadi di jalan Tanggul Timur di luar wilayah tambang dan operasional perusahaan," kata Ramdani.
Menurut Ramdani, sesuai laporan awal dari pihak kepolisian, ada indikasi kendaraan yang ditumpangi kedua karyawan itu terkena tembakan. "Laporan awal dari kepolisian mengindikasikan terlihatnya bekas tembakan di badan kendaraan tersebut," jelas Ramdani.
Ia mengatakan, PT Freeport Indonesia sangat berduka atas meninggalnya kedua karyawan tersebut dan menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.
Saat ini, kata Ramdani, pihak kepolisian sedang melakukan investigasi kejadian dengan dukungan penuh dari PT Freeport Indonesia.
Selengkapnya...
Wednesday, February 23, 2011
Gila, Hacker Bobol ATM Mandiri Rp. 500 Juta Sehari!

TERNATE, KOMPAS.com - Anggota Polres Ternate, Maluku Utara (Malut), masih mengidentifikasi dan memburu pelaku pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM), salah satu fasilitas Bank Mandiri Cabang Ternate yang terletak di eks kantor Kejati Malut.
Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Sonny Sirait mengatakan, Senin (21/2/2011) Polres Ternate masih mengidentifikasi dan memburu pelaku pembobol ATM yang melakukan aksinya di kawasan Pahlawan Revolusi sejak Jumat lalu.
Dari informasi yang diperoleh, total uang dalam brankas ATM yang berhasil di bawah kabur pelaku sebelum peristiwa itu sebesar Rp 500 juta dari uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.
Sedangkan fasilitas penarikan uang tunai di ATM tersebut mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 10 juta dan untuk transfer mulai dari jumlah Rp 25 juta hingga Rp 100 juta.
Pembobolan diketahui, setelah petugas operator ATM Bank Mandiri Manado melaporkan adanya gangguan on line untuk segera diperiksa.
Dari laporan itu, petugas operator ATM Bank Mandiri Cabang Ternate mendatang lokasi dimaksud, pada saat memeriksa brankas ATM ternyata sudah kosong.
Setelah mengetahui brankas ATM-nya sudah ludes dibobol maling, saat itu juga langsung melaporkan ke Mapolres Ternate.
Tak lama kemudian petugas dari kepolisian tiba di lokasi tersebut untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Anggota Polres Ternate masih terus memburu para pembobol ATM Bank Mandiri Cabang Ternate, karena diduga pelakunya masih berada di kota Ternate.
Beberapa pelabuhan dan bandara Babullah Ternate telah diperketat penjagaan untuk mencegat pelakunya kabur.
Selengkapnya...
Tuesday, February 22, 2011
Ariel - Luna Sempat Rencanakan Pernikahan

Meski tinggal terpisah dengan komunikasi yang terbatas, terhukum 3,5 tahun kasus video porno, Nazriel Irham atau Ariel tetap berkomitmen menjaga hubungan dengan Luna Maya . Hal itulah salah satu yang disampaikan Ariel pada reporter SCTV, Anastasya Putri, Jumat (12/02/2011). "Sejauh ini kita tetap jalan, dan mudah-mudahan sampai nanti. Memang ada beberapa rencana kita yang mesti ditunda, jadi sebelum ini kita juga punya rencana sendiri. Kita berdua juga punya rencana, tapi ternyata harus ada masalah yang merintangi, dijalanin dulu. Ya mudah-mudahan apa yang kita rencanakan mungkin tetap berjalan lah," ungkap Ariel dengan ekspresi dan suara yang tenang.
Saat dipertegas soal rencana yang dimaksud di atas, Ariel tersenyum dan berusaha menahan bicaranya. "Ya rencana," tegasnya sambil tertawa seolah berat memberikan jawaban.
Anastasya pun mendesak, apakah rencana yang dimaksud mau menikah, Ariel pun mengiyakan. "Ya, kira-kira gitulah, ya tapi kan nggak perlu digembar-geborkan sebenarnya," tegasnya tanpa memberikan penjelasan lebih jauh.
Di akhir wawancara, Ariel pun diberikan kesempatan untuk menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Sahabat Peterpan yang telah membantu dan mensupport selama awal kasusnya ditangani hingga vonis pengadilan.
"Oh ya terima kasih Sahabat Peterpan, terus..bukan hanya Sahabat Peterpan saja ya, sejauh ini ada yang bela-belain juga datang ke sini dari jauh-jauh, dan banyak juga yang ngasih doa, banyak yang ngirim surat, suratnya terima kasih banyak. Buat keluarga terutama, apalagi doanya, dukungan moral. Terlalu banyak orang yang mesti saya kasih ucapan terima kasih. Saya bilang terima kasih buat semuanya yang pernah bersentuhan dengan saya terima kasih banyak," pungkasnya.
Selengkapnya...
Sunday, February 13, 2011
Sindikat Pemalsu SIM Digerebek Polisi

Liputan6.com, Sukabumi: Anggota sindikat pembuat surat izin mengemudi (SIM) palsu, Kamis (10/2) diciduk polisi di sebuah rumah di kawasan Kampung Sekarwangi, Sukabumi, Jawa Barat. Aparat Kepolisian Resor Kota Sukabumi langsung merangsek ke rumah milik Suseno di Kampung Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi. Polisi pun menangkap empat pemalsu SIM.
Saat digeledah, sejumlah alat seperti komputer, pemindai, kertas, dan label polisi yang digunakan untuk pembuatan SIM palsu langsung disita untuk dijadikan barang bukti. Sewaktu diperiksa, empat pelaku mengaku memiliki tugas masing-masing. Ada sebagai pencari korban, serta pencetak SIM. Anggota sindikat mengaku hanya mendapatkan untung sebesar Rp 25 ribu per lembar.
Sementara itu pengungkapan sindikat pemalsuan SIM berawal saat polisi menggelar operasi kelengkapan surat kendaraan bermotor di Jalan Cibolang. Saat razia itu polisi mencurigai seorang pengendara sepeda motor bernama Erik yang diduga memiliki SIM C palsu. Dari hasil pemeriksaan, Erik mengaku SIM itu didapatkan dari sindikat pemalsuan SIM hanya dengan membayar Rp 250 ribu.
Setelah mendapatkan informasi itu, polisi langsung mengembangkan kasus hingga akhirnya menangkap empat anggota sindikat pemalsu SIM. Diduga, SIM palsu tersebut telah beredar luas di Kota Sukabumi.(BJK/ANS)
Selengkapnya...
Cemburu Berujung Maut

Liputan6.com, Pasuruan: Sesosok mayat ditemukan di salah satu vila di kawasan wisata alam Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Korban tewas dengan luka sayatan senjata tajam di leher dan perut. Mayat yang diperkirakan berusia 20 tahun nyaris tanpa busana dan tertutup kain selimut.
Mayat gadis tanpa identitas tersebut pertama kali ditemukan karyawan vila yang hendak membersihkan kamar. Dia kaget saat membuka pintu. Darah berceceran di lantai. Tak menunggu lama, pengelola vila langsung melaporkan penemuan mayat ini kepada pihak kepolisian.
Polisi kesulitan menguak identitas korban. Tidak ditemukan secuil kartu identitas melekat pada diri gadis nahas itu. Namun setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan sejumlah petunjuk. Diduga perempuan malang ini ini dihabisi oleha teman kencannya.
Dugaan diperkuat kesaksian karyawan yang sempat melihat korban masuk ke kamar beserta seorang pria. Sejumlah barang bukti yang ditemukan dibawa ke Mapolres Pasuruan. Usai diidentifikasi, mayat korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Bangil Pasuruan untuk divisum.
Polisi akhirnya dapat menguak identitas gadis korban pembunuhan di Vila Royal Inn. Gadis nahas itu bernama Nuna Tantri. Nama korban didapat dari ditemukannya kartu identitas korban di dalam jok sepeda motor yang dikendarai tersangka usai menabrak sebuah angkutan kota.
Polisi kemudian membekuk Syaifudin Nur yang tak lain pacar lama korban. Di hadapan penyidik, Udin mengaku membunuh Nuna lantaran cemburu melihat pesan multimedia (MMS) mesra dan foto pria lain di telepon genggam korban.
Berawal dari MMS itu, pertemuan rahasia dua kekasih ini menjadi kacau. Udin merampas HP Nuna dan terjadilah cekcok. Usai bertengkar, Udin pamit keluar vila dengan alasan membeli makanan. Bukanya makanan yang dibeli, Udin membeli pisau di sebuah supermarket.
Lantaran pisau terlalu kecil, Udin pergi ke Pasar Prigen membeli lagi pisau yang ukuran lebih besar. Setelah itu Udin kembali ke vila dan kembali bermesraan dengan Nuna. Saat itulah Udin langsung menghabisi korban tanpa ampun.
Usai membunuh, Udin kabur dengan mengendarai motor milik Nuna. Pisau yang digunakan membunuh juga dibawa bersama laptop dan HP korban. Pisau selanjutnya dibuang ke sungai. Dalam pelarian, Udin mengalami kecelakaan. Sepeda motor jatuh dan rodanya bengkok.
Udin memutuskan meninggalkan sepeda motor itu di tepi jalan. Dan dari penemuan motor itulah polisi dapat mengungkap identitas korban karena di dalam jok motor terdapat kartu pelajar milik Nuna.
Keluarga korban mengaku lega setelah pembunuhnya tertangkap. Mereka meminta pelaku dihukum setimpal. Keluarga korban mengaku terpukul dengan kepergian Nuna yang semasa hidupnya dikenal sebagai anak baik. Nuna juga memiliki sifat pendiam dan menurut pada orang tua.
Namun hubungan asmaranya dengan Udin ditolak orang tua dengan alasan Nuna masih muda. Kini Udin harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Pedagang tas plastik ini dijerat pasal berlapis dengan hukuman maksimal mati.(JUM)
Selengkapnya...
Friday, February 11, 2011
Lima Jam Gayus dan Haposan Dikonfrontasi

Liputan6.com, Jakarta: Setelah dikonfrontasi selama lima jam oleh penyidik Direktorat I Tindak Pidana Umum Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Polri, Gayus H.P. Tambunan dan Haposan Hutagalung dikembalikan ke tahanan masing-masing. Menurut Gayus, konfrontasi antara dirinya, Haposan, dan Masno (karyawan Haposan), untuk mengoreksi perbedaan keterangan. "Dikonfrontir sama Haposan dan Masno. Ada perbedaan apa yang saya sampaikan sama yang Haposan sampaikan. Ya, seperti terima apa nggak," kata Gayus yang menggunakan batik berwarna cokelat ini di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/2).
Sementara, menurut kuasa hukum Gayus, Hotma Sitompul, perbedaan pendapat ini akan dibuktikan di pengadilan. Terutama untuk membuktikan siapa yang benar. "Perbedaannya nanti kita lihat di pengadilan. Nanti kita lihat pengembangannya. Semua berpegangan dengan keterangan masing-masing," kata Hotma, usai mendampingi kliennya ini.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Haposan meninggalkan Gedung Bareskrim lebih dulu pada pukul 16.50 WIB dengan menumpang mobil KIA Travello dan dikawal empat penyidik Bareskrim Polri. Hanya berselang beberapa menit, Masno juga meninggalkan Gedung Bareskrim dengan ditemani kuasa hukumnya, Rangga B Rikuser. Sedangkan Gayus meninggalkan Gedung Bareskrim pada pukul 18.00 WIB dengan pengawalan beberapa penyidik.(BJK/ANS)
Selengkapnya...
Jenderal Tergiur Uang dan Seks

TAIPEI, KOMPAS.com — Mayjen Lo Hsien Che (51) ditangkap karena terkait skandal spionase terburuk di Taiwan dalam 50 tahun terakhir. Media massa di Taiwan, Kamis (10/2/2011), memberitakan Mayjen Lo terjerat sebagai mata-mata untuk kepentingan China karena tergoda uang dan seks.Godaan itu datang dari perempuan agen mata-mata China. Mayjen Lo direkrut saat ditugaskan di Thailand periode 2002-2005. Dia dijebak dengan uang dan seks dengan imbalan harus memberikan informasi penting soal Taiwan.
Media massa Taiwan menggambarkan perempuan itu sebagai cantik, langsing, tinggi, dan berpaspor Australia. Perempuan itu menyamar sebagai pekerja di bidang ekspor-impor saat bertemu pertama kali dengan Mayjen Lo, yang sudah beristri.
Mayjen Lo kemudian menyerahkan informasi soal Taiwan sejak 2004 dengan imbalan 200.000 dollar AS (sekitar Rp 1,8 miliar). Sejumlah media di Taiwan menyebutkan Mayjen Lo bahkan sudah mengantongi uang sekitar 1 juta dollar AS (sekitar Rp 9 miliar).
Pada tahun 2005 Mayjen Lo dirotasi kembali ke Taiwan, tetapi tetap bekerja sebagai pemberi informasi kepada China. Dia bahkan tetap menemui perempuan mata-mata itu di Amerika Serikat (AS). Di AS, Mayjen Lo juga menyerahkan informasi rahasia soal Taiwan.
Naik pangkat
Mayjen Lo berhasil mengelabui Pemerintah Taiwan atas kegiatannya itu dan terus berhasil meraup uang. Pada tahun 2008, Lo bahkan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi mayjen. Saat direkrut, Lo belum memiliki pangkat itu.
Dia ditangkap bulan lalu saat menjabat sebagai Kepala Bagian Telekomunikasi dan Informasi Elektronik di Departemen Pertahanan Taiwan, yang enggan berkomentar soal kasus itu.
Para pejabat militer Taiwan mengingatkan posisi Mayjen Lo memungkinkan dia memberikan informasi penting tentang Taiwan kepada China.
Tabloid China, Global Times, mengutip Li Fei, seorang pakar soal Taiwan di Universitas Xiamen, China. ”Kegiatan mata-mata di antara kedua negara tak pernah surut, bahkan berlanjut saat ketegangan kedua negara mereda. Targetnya tidak hanya sektor militer, tetapi juga merambah ke urusan ekonomi dan teknologi,” kata Li Fei.
China selalu menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsinya. (AFP/MON)
Selengkapnya...
Friday, October 1, 2010
Korban Kerusuhan Di Jalan Ampera Jakarta Selatan
Tiga korban Kerusuhan Ampera dinyatakan tewas dan sejumlah korban lain mengalami luka serius akibat bacokan. Tiga polisi pun juga terluka terkena sabetan golok massa. Bahkan, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edy terserempet peluru di kakinya.
Berdasarkan informasi dari Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Nurdi Satriaji, di TKP Jl Ampera Raya, Jakarta, Rabu (29/9/2010), Berikut Nama-nama 3 orang yang tewas di Kerusuhan Ampera:
1. Agustinus Tomazoa (49), kelahiran Ambon. Dia adalah warga Kramatjati RT 6 RW 9. Tewas di Wash Laundry dengan luka tembak dan muka dibacok.
2. Saefudin (48), kelahiran Medan tahun 1962. Dia warga Kebon Nanas RT 3 RW 1 Panunggangan Utara, Pinang, Tangerang, tewas di depan kantor Medco dengan kedua tangan putus.
3. Jefry, tewas di depan rumah makan Ampera dengan luka bacok.
Puluhan polisi menggunakan perlengkapan tameng besi membuat pagar betis di depan PN Jakarta Selatan. Puluhan polisi ini berbaris menghadap arah Cilandak. Sampai sekarang mobil-mobil yang diparkir di depan PN Jakarta Pusat masih banyak yang terjebak di sekitar lokasi bentrokan. Terlihat dua buah ambulans datang ke lokasi bentrokan tersebut untuk membantu para korban yang berjatuhan di Kerusuhan Ampera.
Selengkapnya...
Wednesday, July 21, 2010
Ditemukan Potongan 6 Kepala Anggota Polisi

KABUL - Enam anggota polisi Afghanistan ditemukan tanpa kepala di Wilayah Utara Afghanistan. Menurut pihak keamanan Nato, insiden ini terjadi di Dahanah-ye gori. NATO memberikan pernyataan jika hari ini kelompok menyerang sejumlah gedung pemerintah, termasuk sebuah pos polisi di wilayah Dahanah-ye Ghori, Provinsi Baghlan. Kelompok militan langsung melakukan serangan membabi buta ke pos polisi tersebut, dan membunuh enam anggota polisi dengan memenggal kepalanya.
Kekerasan yang disertai korban tewas memang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir di Afghanistan. Bulan Juni lalu dianggap sebagai bulan mematikan bagi pasukan Amerika Serikat dan pasukan internasional. Demikian diberitakan Associated Press, Rabu (21/7/2010).
Selama bulan Juni tersebut tercat 103 pasukan koalisi yang dipimpin AS dilaporkan tewas. 60 diantara korban tewas merupakan pasukan AS.
Selengkapnya...
Ditinggal Kekasih, Gadis Bogor Itu Jadi PSK High Class

BOGOR - Gejolak remaja. Begitulah penilaian orang tua menggambarkan labilnya emosi anak muda. Suka mencoba hal baru seringkali dianggap tantangan yang harus ditaklukan.
Mirisnya, hal-hal baru yang ingin dikecap biasanya berkonotasi negatif. Tengok saja perilaku remaja termasuk ABG alias anak baru gede di perkotaan. Seks bebas, narkoba bukan barang asing lagi.
Fenomena seks bebas sudah menjalar bukan hanya jadi milik Ibukota tapi merambah ke daerah terpencil sekalipun. Setelah sedikit mengupas fenomena seks bebas di Jakarta, kini okezone coba menyusuri penjaja seks remaja di Bogor, Jawa Barat.
Sebut saja namanya, Adinda. Gadis yang putus sekolah saat duduk di bangku kelas II SMA di kota Bogor ini kini memilih menjadi pemuas hasrat seks pria hidung belang. Saat bertemu dengan okezone di sebuah tempat di Bogor, Adinda menceritakan awal mula dirinya menjadi pekerja seks komersil.
Adinda mengisahkan, saat duduk di kelas 1 SMA, gadis berparas cantik dengan kulit putih ini mengaku berpacaran dengan pria yang umurnya jauh lebih tua. Pria mapan itu, kata Adinda selalu memenuhi tiap kebutuhannya.
"Dia mengajak saya berhubungan intim, saya mau saja," kata Adinda saat berbincang dengan okezone pekan lalu. Namun, hingga pada akhirnya pria mapan ini meninggalkan Adinda. "Saya frustasi," katanya.
Adinda sendiri berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di Parung. Namun, semenjak SMA dia memutuskan untuk kost di daerah Gunung Batu, Bogor Tengah. Putus hubungan dengan pria mapan itu, berarti Adinda harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kebetulan, di sekitar tempat kostnya, banyak dihuni pekerja seks komersil remaja termasuk para germo yang menjadi penyalurnya. Adinda pun berani mematok harga Rp6-7 juta per dua jam. "Pendapatan bersih 4-5 juta karena harus dibagi dengan germonya," jelas Adinda.
Tapi Adinda tak pernah 'beroperasi' di Bogor. Jakarta-lah yang jadi sasarannya. “Setiap malam minggu, saya pasti ke daerah Kemang, Jakarta Selatan untuk berpesta sekaligus mencari penghasilan," ujarnya.
Adinda bukanlah satu-satunya remaja di kota-kota besar yang keliru mengambil langkah. Minimnya perhatian orangtua dan pergaulan yang semakin hedonis, seakan menjadi peluang bagi Adinda dan teman lainnya untuk semakin terjerumus di dunia hitam pemuas nafsu.
Selengkapnya...
Revaldo Terancam Hukuman Minimal 4 Tahun Penjara

JAKARTA - Lantaran tersangkut kasus narkoba, artis Revaldo Fifaldi Surya Permana alias Aldo terancam meringkuk dalam penjara untuk waktu yang cukup lama.
Wakapolres Jakarta Barat AKBP Aan Suhanan mengatakan, Revaldo bisa terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup dan minimal empat tahun penjara.
"Ancaman hukumannya itu pasal 112 UU No. 35/2009 tentang narkotika. Ancamannya seumur hidup, minimal empat tahun," tutur Aan, saat ditemui di Polres Jakarta Barat, Rabu (21/7/2010).
Berdasarkan pasal 112 menetapkan pidana minimal empat tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 800.000.000 bagi siapa saja yang menyimpan, memiliki, menguasai, dan menyediakan narkoba.
Revaldo dan dua temannya, yakni 'AM' dan 'AR' tertangkap tangan membawa 50 gram sabu, 1 paket ganja, satu unit alat isap dan beberapa bekas isap sabu. Penangkapan tersebut dilakukan oleh polisi di Jalan S. Parman, Jakarta, Selasa (20/7/2010) kemarin, sekitar pukul 16.00.
Selengkapnya...
Tuesday, July 20, 2010
Rumah Diduga Milik Dukun Santet Diamuk Massa

SUMENEP - Dua rumah milik Munasik (45) warga Desa Lembung Barat, Sumenep, Jawa Timur rusak akibat diamuk massa dini hari kemarin. Pemicunya, warga terhasut kabar yang menyebut Munasik adalah dukun santet.
Tak hanya rumah Munasik. Warga melampiaskan amarah dengan merusak warung milik Raudah (40) yang letaknya persis di sebelah kanan rumah Munasik. Kapolsek Lenteng, AKP M. Syakrani menjelasakan amuk massa terhadi saat keluarga Munasik tengah tertidur lelap. Tanpa jelas sebab musababnya, puluhan orang mendadak mengamuk rumah Munasik.
"Isu yang berkembang di lokasi kejadian, dua rumah dirusak warga karena pemiliknya diduga punya ilmu santet, ujar Syakrani kepada wartawan, Senin (19/7/2010).
Dia menambahkan, sejauh ini pihaknya masih menyelidiki kasus pengrusakan rumah warga yang ditengarai sebagai dukun santet tersebut. Sebagian petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memeriksa beberapa saksi mata atas kejadian itu.
Dari beberapa saksi mata yang sudah diperiksa, diperoleh informasi kalau pelaku pengrusakan rumah tersebut lebih dari 20 orang. "Keterangan dari saksi tersebut, masih kami dalami, termasuk motif yang melatar belakangi kejadian," sambung Syakrani.
Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, pihaknya memasang garis polisi di tiga bangunan yang rusak. Dia juga mengamankan beberapa barang bukti, yang salah satunya sejumlah batu yang diduga digunakan massa untuk merusak tiga bangunan tersebut.
"Tinggal menindaklanjuti hasil keterangan dari para saksi saja. Yang pasti sudah ada gambaran para pelaku," pungkasnya.
Selengkapnya...
Saturday, July 17, 2010
Sabu Malaysia Seberat 1,85 Kg Berhasil Disita

JAKARTA- Petugas Bea dan Cukai Dumai siang tadi sekira pukul 12.30 berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1,85 kilogram sabu-sabu dari Malaysia, yang dibawa seorang kurir bernama Sofardian Saputra (20). Humas Bea dan Cukai Evy Suhartantyo dalam pesan singkatnya menjelaskan pelaku merupakan WNI asal Medan. Sofardi merupakan pria kelahiran 09 Juni 1990.
“Alamat Jalan Rawa Cangkuk III No 8, Tegalsari Mandala III, Medan,” ungkapnya, Rabu (14/7/2010).
Sofardi berusaha menyelundupkan sabu-sabu saat menumpang kapal Fery Indomal Express 1 dari Malaka. “Modus disembunyikan pada dinding palsu travel bag sebanyak dua bungkus,” tandasnya.
Selengkapnya...
BNN Musnahkan Narkoba Senilai Rp4,1 Miliar

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan narkoba jenis heroin dan sabu-sabu senilai Rp4,1 miliar. Narkoba ini adalah barang bukti dari hasil operasi kepolisian. Narkoba yang dimusnahkan terdiri dari heroin seberat 869 gram bernilai Rp2,6 miliar dan sabu-sabu dengan berat 3,480 gram yang nilainya mencapai Rp1, 5 miliar. Narkoba ini dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman kantor BNN di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2010).
Perwakilan pejabat BNN, Kurnia Suratno Sukardjo mengatakan barang haram ini didapat dari tersangka Arip Ramdani alias Wahyudi (26) dan Siti Asiyah alias Ayu. Siti dan Arip tertangkap saat kedapatan membawa heroin yang dipesan oleh pengedar berkewarganegaraan Afrika.
Saat ditanya wartawan, Arip dan Siti mengaku diminta menjadi kurir dengan imbalan masing-masing Rp300 ribu dan Rp5 juta. Namun keduanya mengaku tak tahu menahu barang titipan berupa buku itu diselipkan narkoba.
Sementara, tersangka Rocky Sembiring yang membawa sabu-sabu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Pemusnahan narkoba ini juga dihadiri perwakilan Bareskrim Mabes Polri, Kementerian Kesehatan dan tokoh masyarakat.
Selengkapnya...
Sindikat Narkotika Afrika Terbongkar

JAKARTA - Mabes Polri membongkar sindikat jaringan pengedar narkotika dari Afrika. Sebanyak empat tersangka diamankan termasuk satu koper sabu-sabu seberat dua kilogram senilai Rp4 miliar. Keempat tersangka itu adalah Michael Onudrah (24), dan Austine Bosah Uchena alias Lala (30), warga negara Nigeria. Seorang wanita berkewarganegaraaan Filipina, Beverly Fulache (36), dan satu kurir asal Indonesia, Enny Malini alias Chika (33).
Kanit II Direktorat IV TP Narkoba Mabes Polri Kombes Siswandi menjelaskan, pengungkapan dilakukan atas kerja sama Mabes Polri dengan Polda Bali. Komplotan pengedar ini ternyata berkolaborasi dengan jaringan Filipina untuk melancarkan aksinya di Indonesia. Terbukti dengan tertangkapnya Beverly A Fulache, kurir dari Filipina di Bandara Ngurahrai Bali pada 13 Juli lalu oleh Polda Bali.
Dari penyelidikan pihak kepolisian diketahui sabu-sabu yang dibawa komplotan ini berasal dari Malaysia dan akan diserahkan ke seorang perempuan WNI di Jakarta. "Polisi pun selanjutnya berinisiatif mengembangkan kasus ini ke Jakarta," katanya.
Jaringan Afrika ini pun terbongkar dari hasil pengembangan polisi dari tertangkapnya kurir wanita asal Filipina. Perempuan ini masuk ke Indonesia dengan penerbangan Air Asia nomor AK-336 seberat dua kilogram dalam hand bag warna hitam. Dalam pengembangan, perempuan tersebut masih dalam pengawasan polisi bertransaksi dengan tersangka lain Enny Malini alias Chika (33). Keduanya bertransaksi pada hari yang sama di kamar nomor 202 Hotel Kartika Chandra, Jakarta Pusat. Keduanya berpindah ke hotel lain di Hotel Mega Anggrek, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Tersangka Enny lalu membenarkan dirinya mendapat upah dari Austine Bosah Uchena alias Lala berkewarganegaraan Nigeria sebesar Rp3 juta. Serah terima antara Lala dengan Chika dilakukan pada Rabu 14 Juli dini hari dalam mobil Terios warna hitam berplat F 1947 GS.
Tersangka lain Michael Onudrah (24), berkewarganegaraan Nigeria turut menyaksikan transaksi itu. "Tersangka Chika selanjutnya diturunkan di Islamic Villege Karawaci Tangerang," ungkap Siswandi.
Keduanya lalu pulang membawa dua kilogram sabu ke Taman Batu Jimbar 57 Lippo Karawaci, Tangerang. Polisi menggrebek keduanya di lokasi tanpa perlawanan. Kempat tersangka kini dijerat pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman mati.
Kedua WNA asal Nigeria, yakni Michael Onudrah (24), dan Austine Bosah Uchena alias Lala (30), diketahui masuk ke Indonesia untuk mendaftar sebagai pemain bola di klub nasional. Namun upaya sejak 2007 tersebut gagal.
Michael Onudrah tercatat masuk dengan nomor paspor A 2736841, sedangkan Beverly A Fulache dengan nomor paspor TT 0189818. Menurut Siswandi paspor keduanya juga sudah mati sejak 2008 lalu.
Tersangka warga Nigeria, awalnya masuk ke Indonesia untuk bermain sepakbola untuk klub nasional. "Karena gagal diterima di klub keduanya terjun dalam sindikat pengedar sabu," ujar Siswandi.
Kegiatan ilegal mereka diketahui sudah tiga kali menerima sabu-sabu dari Malaysia yang dibawa oleh Beverly.
Austine mengaku awalnya ingin bermain sepakbola di Indonesia. Namun upaya itu gagal karena tidak diterima klub liga. "Saya dengar dari kawan ada peluang untuk jadi pemain bola," ungkapnya.
Namun setelah gagal, dirinya tidak segera dipulangkan oleh agennya yang diduga ilegal. Keberadaan Lala di Indonesia selanjutnya dimanfaatkan oleh sindikat narkotika untuk mengedarkan ke Indonesia
Selengkapnya...
WN Filipina Selundupkan Sabu-Sabu ke Bali

DENPASAR - Petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, kembali menggagalkan upaya penyelundupan dua kilogram sabu-sabu yang melibatkan tiga warga negara asing (WNA) dan satu warga Indonesia (WNI). "Awalnya, penyelundupan sabu kami gagalkan dari tangan tersangka warga negara Filipina sesaat setelah mendarat di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai 13 Juli lalu," kata Kepala Pengawasan dan Pelayanan Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Bambang Wahyudi kepada wartawan, Sabtu (17/01/2010).
Dijelaskan Bambang, tersangka warga negara Filipina diketahui bernama Fulache Beverly Adtoon, ditangkap dengan barang bukti sabu-sabu (methampetamine) sebanyak dua kilogram.
"Fulache menggunakan penerbangan Air Asia AK 366 mendarat di Ngurah Rai pukul 01.00 Wita, sabu-sabu ditaruh di dalam dinding palsu koper," sebut Bambang didampingi Kasi Penyidikan dan Penindakan Bagus Heru Wibowo.
Dari hasil pengembangan kasus tersebut diketahui Fulache memiliki jaringan dengan tiga tersangka lainnya yang akhirnya bisa ditangkap di Jakarta.
Petugas berhasil mengendus jaringan sabu lintas provinsi ini setelah melakukan control delivery ke Jakarta. Petugas BC Bali bersama Direktorat Narkoba Polda Bali dan Direktorat IV Narkoba Mabes Polri, akhirnya mendapat tiga tersangka lain.
Ketiganya adalah Maikel Onuorah dan Austine Uchenna Bosa (Lala) keduanya warga Nigeria."Satu tersangka warga negara Indonesia yakni. Enny Malini alias Cika," sebut Bambang.
Ketiga tersebut dibawa dari Jakarta ke Denpasar menggunakan pesawat GA400 tiba pukul 09.00 Wita. "Cika adalah seorang kurir yang tugasnya mengambil koper ke Beverly di Hotel Kartika Candra," katanya menambahkan.
Selengkapnya...


